Selasa, 15 Maret 2022

MODEL BISNIS DAN MODEL PENDAPATAN

Assalamu’alaikum teman-teman.

Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Karena postingan ini merupakan postingan pertama saya, maka izinkan saya untuk memperkenalkan diri saya terlebih dahulu.

Perkenalkan teman-teman nama saya Dina Dwi Safitri, teman-teman bisa memanggil saya Dina. Saya merupakan mahasiswa aktif dari kampus STIAMI Jakarta. Tujuan saya menulis blog ini untuk melaksanakan tugas mata kuliah Model Bisnis dengan dosen bapak Endra Marsudi, S.P.,M.B.A, dengan topik “ Model Bisnis dan Model Pendapatan” 


APAKAH MODEL BISNIS SAMA DENGAN MODEL PENDAPATAN ?

Model Bisnis 

Model Bisnis menurut para ahli 

Metnurut Osterwalder dan Pigneur (2010), model bisnis adalah sebuah alat untuk menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai. Selain itu menurut sebuah lembaga pendidikan bernama Tim PPM Manajemen ( 2012 ) model bisnis dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu sebagai metode atau cara, dan model bisnis dilihat dari komponen- komponen (elemen), dan model bisnis sebagai strategi untuk bisnis.

Menurut Wheelen dan Hunger yang dikutip didalam Tim PPM Manajemen (2012) model bisnis dapat diartikan sebagai alat yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan uang dilingkungan bisnis dimana perusahaan beroperasi. Definisi lain dari model bisnis yang mengatakan kalau model bisnis itu “metode yang digunakan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya, yang membuat perusahaan dapat bertahan.” Dengan kata lain model bisnis adalah metode atau cara, yaitu cara menciptakan nilai.

Menurut Tim PPM Manajemen (2012) model bisnis jika dilihat dari komponen- komponennya merupakan produk, manfaat dan pendapatan, atau konsumen, aset, dan pengetahuan, ada pula content, struktur dan governance.

Menurut Tim PPM Manajemen (2012) pengertian model bisnis jika dikaitkan berdasarkan strategi bisnis adalah gambaran hubungan antara keunggulan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengakuisisi dan menciptakan nilai yang membuat perusahaan mampu menghasilkan laba. (Manajemen ppm, 2015).

Jadi, Mode Bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai. baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Istilah model bisnis, karena itu, dipakai untuk ruang lingkup luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis, termasuk mencakup maksud dan tujuan, apa-yang-ditawarkan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik niaga, serta kebijakan-kebijaan dan proses-proses operasional.

Manfaat Bisnis Model

Menurut Tim PPM Manajemen (2012) terdapat empat manfaat yang didapatkan ketika kita mempunyai model bisnis yaitu :

  1. Manfaat yang pertama yaitu terkait dengan komponennya, model bisnis memudahkan para perencana dan pengambil keputusan di perusahaan melihat hubungan logis antara komponen-komponen dalam bisnisnya, sehingga dapat dihasilkan nilai bagi konsumen dan nilai bagi perusahaan.
  2. Manfaat yang kedua yaitu model bisnis dapat dipakai untukmembantu menguji konsistensi hubungan antar komponennya.
  3. Manfaat yang ketiga yaitu model bisnis dapat digunakan untuk membantu menguji pasar dan asumsi yang digunakan untuk mengembangkan bisnis.
  4. Manfaat yang keempat, yaitu model bisnis dapat dipakai untuk menunjukkan seberapa radikalsuatu perubahan dilakukan dan konsekuensinya(Manajemen ppm, 2015)

Contoh Model Bisnis pada sebuah bisnis

Gambaran Contoh Bisnis Model Canvas Mi Yamin

1. Segmentasi konsumen (Customer segments)

Target pasar atau pelanggan yang disasar adalah generasi milenial dengan rentang usia 14 hingga 45 tahun.

  • Pelajar sekolah menengah pertama/atas;
  • Mahasiswa/i;
  • Pegawai kantoran.

2. Proposisi nilai (value propotitions)

  • Mi yamin yang dijual disajikan dalam aneka rasa dan komponen;
  • Mi yamin dapat disantap di warung dan gerai lain (kalau sudah buka cabang);

3. Jalur promosi/pemasaran (Channels)

  • Media sosial;
  • Pameran instansi;
  • Festival kuliner;
  • Aplikasi pesan-antar makanan daring.

4. Relasi dengan pelanggan (Customer relationships)

  • Menawarkan potongan harga pada pembelian kedua;
  • Promo minuman gratis untuk pemesanan mi yamin komplet
  • Harga promo pada acara tertentu (festival/pameran);
  • Promo menarik untuk pembelian lewat aplikasi.

5. Sumber penghasilan (Revenue streams)

  • Modal pribadi;
  • Investasi dari pihak ketiga;
  • Penjualan per mangkuk mi yamin;
  • Penjualan menu pendamping;
  • Sistem bagi hasil dari kerja sama.

6. Aktivitas kunci (key activities)

  • Membeli bahan-bahan mi terbaik;
  • Mengandalkan komponen pendamping berkualitas tinggi;
  • Memberikan layanan memuaskan, cepat, dan ramah;
  • Mempertahankan rasa agar lebih baik dari kompetitor.

7. Sumber daya utama (Key resources)

  • Lokasi penjualan strategis;
  • Alat memasak modern dan praktis;
  • Pekerja yang lihai dalam mengolah mi yamin;
  • Pemasok bahan terpercaya.

8. Mitra kunci (Key partners)

  • Pemasok mi berkualitas tinggi;
  • Pedagang daging, sayur, dan bumbu mi yamin;
  • Penyelenggara acara;
  • Influencer profesional.

9. Susunan pembiayaan (Cost structure)

  • Penyediaan alat pengolahan mi yamin;
  • Persiapan lokasi gerobak/warung/kios mi yamin;
  • Penyediaan bahan-bahan baku;
  • Menghitung anggaran promosi (soft/grand opening, pekan promosi, festival kuliner, dan tawaran kerja sama

Model Pendapatan 

Model Pendapatan yaitu kerangka kerja yang digunakan untuk memperoleh pendapatan dan meningkatkan investasi. Fungsinya sebagai tampilan tingkat tinggi pada struktur pendapatan bisnis. Sebagian besar kerangka tergantung pada aktivitas dan biaya perusahaan, seperti revenue model dalam e-commerce yang harus sesuai dengan aktivitas e-commerce.

Terdapat beberapa model pendapatan yang paling banyak diterapkan, yaitu : 

  • Advertising Revenue Model (Model Pendapatan Iklan)

Model pendapatan periklanan termasuk model yang paling banyak digunakan oleh e-commerce. Model ini adalah ketika platform atau website mengizinkan orang lain untuk memasang iklan dengan biaya tertentu, contohnya YouTube Ads dan Google Ads. Pendapatan masuk melalui biaya pemasangan iklan dari customer, konten situs, services draw hits, serta pemasangan banner berdasarkan CPA atau CPC. Pengiklan bisa memanfaatkan traffic pengunjung yang  memanfaat platform tersebut untuk berbelanja, mencari produk, melihat iklan, dan dapat mengarah ke situs asli.

  • Subscription Revenue Model ( Model Pendapatan Subscription)

Dalam model pendapatan subscription, pendapatan berasal dari biaya yang dibayar oleh pelanggan untuk bisa mengakses layanan atau produk pada sebuah platform berdasarkan periode waktu tertentu. Misalnya, pengguna berlangganan majalah untuk 3 bulan dengan biaya sekian agar mendapat edisi terbaru dari majalah secara rutin melalui e-mail. Contoh layanan konten yang menggunakannya, yakniNetflix, VIU, dan Spotify.

  • Sales Revenue Model (Mode Pendapatan Penjualan)

Sales adalah model pendapatan yang paling umum. Keuntungan berasal dari penjualan produk atau layanan, penjual berupaya untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas melalui internet dibandingkan dengan toko fisik atau offline. Dalam hal ini, dasarnya adalah setiap bisnis yang beroperasi secara online akan menggunakan model pendapatan ini. Contohnya adalah perusahaan yang menjual produk secara online melalui satu platform, seperti Amazon dan Etsy. Pendekatan semacam ini telah menciptakan gaya bisnis yang unik, yakni berdasarkan katalog yang tersedia pada web.

  • Transaction Fee Revenue Model (Model Pendapatan Biaya Transaksi)

Model ini mendorong pendapatan dengan membebankan biaya setiap transaksi yang terjadi melalui layanan pembayaran, gunanya untuk meningkatkan eksekusi transaksi. Jadi, perusahaan menyediakan layanan yang memungkin pengguna melakukan transaksi untuk berbagai kepentingan. Misalnya, eBay yang menerima sejumlah biaya transaksi dari penjual yang sukses menjual dagangannya. Contoh lainnya adalah PayPal yang membebankan biaya transaksi kepada penjual produk usai pembeli menyelesaikan transaksi.

  • Affiliate Revenue Model (Model Pendapatan Affiliate)

Dalam model ini bisnis memperoleh pendapatan dengan cara mempromosikan dan menjual produk orang lain. Penjual dan situs e-commerce berkolaborasi untuk mengiklankan dan menjual produk dengan harga rujukan atau persentase pendapatan. Setelah itu, situs web afiliasi akan mengarahkan pengguna ke situs web lainnya sebagai imbalan untuk persentase pendapatan dari hasil penjualan. Jadi, konsepnya adalah pembagian pendapatan dan saling memberikan keuntungan. 

  • Model produksi

Dalam model produksi, bisnis yang menciptakan produk atau layanan menjualnya kepada pelanggan yang menghargai dan dengan demikian membayarnya. Contohnya adalah perusahaan yang memproduksi kertas, yang kemudian menjualnya ke publik langsung atau ke bisnis lain yang membayar kertas tersebut, sehingga menghasilkan pendapatan bagi perusahaan kertas.



Demikian informasi yang dapat saya sampaikan melalui blog ini, apabila ada salah kata pada penulis harap maklum karena ini blog pertama saya hehe , dan teman-teman semua bisa menambahkan saran dan pendapat di kolom komentar dibawah ini terima kasih. 


Wassalamualikum Wr. Wb 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alasan pelaku bisnis harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dalam mengelola bisnis

Assalamu’alaikum teman-teman. Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT....