Jumat, 22 April 2022

Alasan pelaku bisnis harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dalam mengelola bisnis

Assalamu’alaikum teman-teman.


Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Perkenalkan teman-teman nama saya Dina Dwi Safitri, teman-teman bisa memanggil saya Dina. Saya merupakan mahasiswa aktif dari kampus STIAMI Jakarta. Tujuan saya menulis blog ini untuk melaksanakan tugas mata kuliah Model Bisnis dengan dosen bapak Endra Marsudi, S.P.,M.B.A, dengan topik “ Alasan pelaku bisnis harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dalam mengelola bisnis"

Mengapa pelaku bisnis harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dalam mengelola bisnis ?
Bagi para pelaku bisnis, lingkungan bisnis yang baik sangat mempengaruhi kinerja bisnis itu sendiri. Dalam hal ini pemahaman tentang lingkungan bisnis dan mengapa hal ini penting bagi perusahaan sangat diperlukan.


Ketika ditanya “apa itu lingkungan?” yang muncul di kepala penulis adalah, “semua hal yang ada di sekitar kita”. Bahkan hingga saat ini persepsi penulis tentang lingkungan tidak banyak berubah. Namun sejalan dengan itu, istilah yang kemudian berhubungan dengan kata “lingkungan” ternyata sangat banyak sekali. Di sinilah kemudian penulis mulai mengenal kosakata yang disebut sebagai lingkungan bisnis.

Pengenalan Tentang Lingkungan Bisnis

Sebuah bisnis dapat didirikan, tetapi untuk berhasil mempertahankannya, bisnis membutuhkan sumber daya seperti keuangan, yang harus bergantung pada lembaga keuangan. Penerimaan norma-norma sosial, yang harus bergantung pada masyarakat. Kondisi pasar yang tepat, yang mana harus bergantung pada pasar. Penjualan produk atau layanan, yang harus bergantung pada pelanggan. Buruh, yang padanya harus bergantung pada masyarakat. Lalu ada sumber daya alam dan bahan baku, yang harus bergantung pada alam. Juga, dukungan hukum dari pemerintah, yang mana harus bergantung pada pemerintah. Ada banyak faktor dan dimensi yang mempengaruhi lingkungan bisnis. Faktor-faktor ini terdiri dari komponen berbeda-beda dari konsep tunggal yang disebut dengan lingkungan bisnis.


Faktor-faktor ini yang bergantung pada bisnis tidak terhenti, mereka sangat dinamis dan selalu berubah. Misalnya saja faktor tren. Contohnya tren dalam dunia fashion. Fashion yang sedang tren di tahun 2018 bisa saja sangat berbeda dengan tren yang ada di tahun 2019. Itulah mengapa tren itu dikatakan sangat dinamis alias selalu berubah-ubah.Perubahan tren kebutuhan pelanggan dan inovasi baru di pasar adalah bagian dari lingkungan bisnis. Tantangan bagi bisnis di era teknologi ini bukan untuk memasuki pasar tetapi untuk bertahan di pasar. Untuk bertahan hidup di pasar berarti beradaptasi dengan perubahan secepat mungkin. Untuk beradaptasi dengan perubahan berarti menyadari lingkungan bisnis yang ada saat ini.

Pengertian dari Lingkungan Bisnis

Arti singkat lingkungan bisnis adalah “jumlah total dari semua individu, institusi, dan kekuatan lain yang berada di luar kendali perusahaan bisnis, tetapi bisnis masih bergantung pada mereka karena mereka mempengaruhi kinerja keseluruhan serta keberlanjutan bisnis”.Kekuatan yang membentuk lingkungan bisnis adalah pemasok, pesaing, kelompok konsumen, media, pemerintah, pelanggan, kondisi ekonomi, kondisi pasar, investor, teknologi, tren, dan berbagai institusi lain yang bekerja secara eksternal dari suatu bisnis membentuk lingkungan bisnisnya. Kekuatan-kekuatan ini memengaruhi bisnis meskipun mereka berada di luar batas bisnis.

Misalnya, perubahan pajak oleh pemerintah dapat membuat pelanggan membeli lebih sedikit. Di sini bisnis harus menetapkan kembali harganya untuk selamat dari perubahan. Meskipun bisnis tidak memiliki keterlibatan dalam memprakarsai perubahan itu, bisnis masih harus beradaptasi untuk bertahan atau menggunakan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Lalu apa sih pentingnya lingkungan bisnis itu? Di bawah ini akan kita bahas secara detail.

Pentingnya Lingkungan Bisnis Bagi Perusahaan

Berdasarkan hal-hal di atas, dapat dikatakan bahwa lingkungan bisnis adalah aspek yang paling penting bagi bisnis mana pun dan apa pun. Menyadari perubahan yang sedang berlangsung, tidak hanya membantu bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan ini, tetapi juga menggunakannya sebagai peluang. Lingkungan bisnis menghadirkan ancaman serta peluang untuk bisnis apa pun. Pelaku bisnis yang baik tidak hanya mengidentifikasi dan mengevaluasi lingkungan, tetapi juga bereaksi terhadap kekuatan eksternal ini. Pentingnya lingkungan bisnis dapat dipahami dengan baik jika kita mempertimbangkan fakta-fakta berikut.

1. Memungkinkan kita untuk mengidentifikasi peluang bisnis

Semua bentuk perubahan tidaklah bersifat negatif. Jika bisa dipahami dan dievaluasi, mereka dapat menjadi alasan keberhasilan bisnis kita. Maka itu, kita sangat perlu untuk mengidentifikasi perubahan dan menggunakannya sebagai alat untuk menyelesaikan masalah bisnis yang dihadapi. Misalnya, Mr. Phanindra Sama adalah seorang warga negara India yang merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi pemesanan tiket di India. Dia biasa melakukan perjalanan jauh untuk mengunjungi agen perjalanan untuk memesan tiket, tetapi bahkan setelah melakukan perjalanan sejauh itu dia masih tidak bisa memastikan bahwa dia mendapatkan tempat duduk.

2. Memanfaatkan sumber daya dengan baik

Pemindaian yang cermat terhadap lingkungan bisnis akan membantu kita dalam memanfaatkan sumber daya bermanfaat yang diperlukan untuk bisnis. Ini bisa membantu perusahaan untuk melacak sumber daya dan kemudian mengubahnya menjadi barang dan jasa.

3. Menghadapi perubahan

Bisnis harus menyadari perubahan yang sedang berlangsung di lingkungan bisnis, apakah itu perubahan dalam persyaratan pelanggan, tren yang muncul, kebijakan pemerintah baru, hingga perubahan teknologi. Jika bisnis menyadari perubahan mendasar ini, maka hal itu dapat menimbulkan respons untuk menangani perubahan tersebut. Misalnya, ketika pasar OS Android sedang marak dan pelanggan lebih memilih perangkat Android karena desain antarmuka dan aplikasinya yang mudah, Nokia gagal mengatasi perubahan dengan tidak menerapkan OS Android pada perangkat mereka. Mereka gagal beradaptasi dan kehilangan nilai pasar yang luar biasa.

4. Bantuan dalam perencanaan

Ini adalah aspek lain dari pentingnya lingkungan bisnis. Perencanaan dengan sungguh-sungguh berarti merencanakan apa yang harus dilakukan di masa depan. Ketika lingkungan bisnis menghadirkan masalah atau peluang, maka kewajiban pelaku bisnis untuk memutuskan rencana apa yang harus dibuat untuk mengatasi masa depan dan memecahkan masalah atau memanfaatkan peluang. Setelah menganalisis perubahan yang ada, bisnis dapat menggabungkan rencana untuk menangkal perubahan untuk masa depan yang aman.

5. Membantu bisnis untuk meningkatkan kinerja

Perusahaan yang benar-benar memperhatikan lingkungan mereka tidak hanya berurusan dengan perubahan yang terjadi tetapi juga berkembang bersama mereka. Beradaptasi dengan kekuatan eksternal membantu bisnis untuk meningkatkan kinerja dan bertahan di pasar.

Beberapa Manfaat dari Lingkungan Bisnis yang Baik

Pemahaman dan kesadaran akan lingkungan bisnis harus dimiliki oleh setiap pengusaha karena ketidaktahuan tentang lingkungan bisnis dapat membuat pengusaha keluar dari pasar. Pemahaman dan kesadaran yang tepat tentang lingkungan bisnis membawa banyak manfaat bagi pengusaha dan manfaat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi peluang dan mendapatkan keuntungan penggerak pertama

Pengusaha yang mampu memahami dan memindai peluang lingkungan bisnis pada tahap awal mereka mendapatkan manfaat maksimal atau mereka dapat menangkap bagian besar di pasar. Mereka bisa jauh lebih maju dari pesaing mereka. Misalnya, ketika Maruti Company berencana untuk menandatangani kontrak dengan Suzuki Company of Japan, maka Goodlass Nerolac Company adalah perusahaan pertama yang memahami lingkungan dan untuk mengetahui bahwa segera akan ada permintaan besar untuk pengecatan mobil di India dan tidak ada perusahaan cat di negara kita sedang memiliki teknologi cat mobil.

Jadi, Perusahaan Nerolac memanfaatkan kesempatan ini dan menandatangani kontrak dengan Kansai Paint Company untuk mengimpor teknologi pengecatan mobil dan ketika Maruti memulai pembuatan mobilnya di India, maka perusahaan Nerolac mendapatkan semua kontrak pengecatan mobil perusahaan Maruti dan hari ini juga 90% pekerjaan cat mobil Maruti dilakukan oleh Nerolac Goodlass Company. Dengan mengenali dan memahami lingkungan pada tahap awal, Nerolac Company mendapat keuntungan sebagai penggerak pertama. Setelah itu banyak lagi perusahaan cat yang mendapatkan teknologi pengecatan mobil, tetapi Goodlass Nerolac mendapat manfaat maksimal dengan mengenali peluang paling awal. Mereka mendapat keuntungan sebagai penggerak pertama.

2. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi ancaman dan sinyal peringatan dini

Pengusaha yang mampu memindai dan memahami lingkungan bisnis tepat waktu mendapatkan sinyal peringatan untuk menghadapi kendala atau kebijakan negatif lingkungan bisnis. Pemindaian tepat waktu dari lingkungan bisnis dan informasi kualitatif yang diperoleh pengusaha diambil sebagai sinyal peringatan dan dilakukanlah perubahan dalam perusahaan. Misalnya, pada pemindaian lingkungan bisnis, Perusahaan Maruti Udyog mendapatkan informasi kualitatif bahwa lebih banyak perusahaan manufaktur mobil asing akan mendirikan bisnis mereka di India.

Mereka menganggapnya sebagai sinyal peringatan dan mulai meningkatkan kapasitas produksi mereka. Mereka meningkatkan kapasitas produksi mereka sebanyak 3 kali lipat, khususnya produksi mobil Esteem yang mereka produksi 65 mobil per hari meningkat menjadi 80 mobil per hari. Akibatnya, penjualan Esteem meningkat menjadi 42.000 mobil per tahun dari penjualan sebelumnya 25.400 mobil per tahun. Perusahaan Maruti menerima masuknya perusahaan mobil asing sebagai sinyal peringatan dan meningkatkan produksi mereka untuk memasok mobil tanpa masa tunggu untuk bersaing dengan perusahaan baru.

3. Bermanfaat dalam mendeteksi dan merakit sumber daya

Pengusaha harus memasok barang ke pasar sesuai dengan permintaan di pasar. Untuk memasok output mereka membutuhkan input, bahan baku, dan lain-lain. Mereka memperoleh bahan baku dan sumber daya lainnya dengan mengingat output yang diminta berdasarkan lingkungan masing-masing. Mereka memilih sumber daya sesuai dengan ketersediaan di lingkungan dan permintaan keluaran di lingkungan masing-masing. Misalnya, dengan permintaan warna layar datar TV. Produsen mengumpulkan sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi TV warna layar datar daripada mengumpulkan sumber daya dari TV yang hitam putih. Mereka menggunakan laporan pemindaian sebagai input untuk membuat perubahan pada output yang sesuai dengan selera pelanggan saat ini.

4. Membantu untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang cepat

Perubahan yang terjadi kini berlangsung sangat cepat dan perubahan ini berdampak besar pada bisnis. Jadi, penting untuk memahami perubahan ini sedini mungkin. Pemindaian lingkungan bisnis membantu perusahaan untuk memindai dan memahami perubahan ini dengan pemindaian lingkungan. Pengusaha membuat perubahan di lingkungan internal mereka juga agar sesuai dengan lingkungan eksternal. Jadi, pemindaian lingkungan membantu mengatasi perubahan dengan cepat. Dengan memindai lingkungan bisnis, Mr. Ambani menyadari bahwa lingkungan saat ini menuntut keputusan cepat sehingga mereka beralih dari sentralisasi ke desentralisasi.

5. Membantu dalam perencanaan dan penetapan kebijakan

Strategi atau rencana dan kebijakan utama dalam organisasi dibentuk dengan mengingat lingkungan bisnis karena kebijakan dan strategi tersebut harus diimplementasikan di hadapan faktor lingkungan. Jadi, ini harus dibuat dengan mengingat faktor lingkungan. Pemindaian faktor lingkungan membantu dalam menemukan peluang bisnis dan strategi dapat dibuat untuk mengambil peluang ini. Sebagai contoh, pada pemindaian lingkungan bisnis India pihak di sana menemukan ada ruang lingkup yang besar untuk industri pariwisata di negara ini. Jadi, pengusaha di sana merencanakan strategi untuk meraih peluang ini. Berbagai hotel swasta, sektor publik, grup ITC kini sedang membuat strategi baru untuk menyambut wisatawan yang datang ke sana. Ada segmen perjalanan yang terpisah yang diatur dan segmen liburan dan hiburan yang terpisah disiapkan untuk mendapatkan manfaat dari industri pariwisata yang akan datang.

6. Peningkatan dalam kinerja

Dengan pemahaman berkelanjutan terhadap lingkungan bisnis, perusahaan dapat dengan mudah meningkatkan kinerjanya. Dengan membuat perubahan dalam lingkungan internal yang sesuai dengan lingkungan eksternal, organisasi dapat makmur dan meningkatkan pangsa pasar mereka. Sebagai contoh, perusahaan Weston yang tidak dapat bekerjasama dengan lingkungan yang berubah mulai menderita kerugian dan kehilangan namanya di pasar TV. Memang memindai lingkungan dengan baik dan masih bersaing dengan sukses dengan banyak perusahaan multinasional. Itulah pembahasan mengenai lingkungan bisnis yang dapat penulis sampaikan. Dengan mengenal istilah lingkungan bisnis, serta mengetahui manfaat dari lingkungan bisnis tersebut, diharapkan seseorang yang ingin memulai bisnisnya dapat mengenal lebih baik konsep dari lingkungan bisnis itu sendiri.

Lingkungan seperti apa yang dapat mendukung usaha bisnis dapat berjalan dengan baik? 

1. Dinamis

Perubahan lingkungan yang konstan; baik secara sosial, politik, ekonomi dan teknologi akan menghasilkan lingkungan yang dinamis.

2. Tidak dapat diprediksi

Prekognisi tidak mungkin dilakukan, hal inilah yang membuat lingkingan bisnis tidak bisa diramalakan dan tidak dapat diprediksi.

3. Kompleks

Keterkaitan faktor dan keadaan membentuk lingkungan yang agak kusut dan menjadi sulit dianalisis. Ini menjadi tugas yang berat untuk melacak sumber dan dampaknya pada kondisi dan kekuatan yang membentuk lingkungan bisnis.

4. Rentan

Sulit untuk meramalkan dampak perubahan kecil dalam lingkungan bisnis. Perubahan yang tidak signifikan dapat memengaruhi kegiatan perusahaan dan berpotensi memengaruhi keberadaan bisnis, pendapatan, dan perkembangannya.

5. Relatif

Lingkungan bisnis bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Krisis politik di satu negara memengaruhi lingkungan bisnis hanya di negara itu, dan tidak di tempat lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa lingkungan bisnis adalah konsep yang relatif.

6. Berbagai sudut pandang

Kejadian sosial, politik atau ekonomi mungkin memiliki dampak yang berbeda pada beberapa bisnis yang berbeda. Langkah politik yang terlihat menguntungkan untuk satu bisnis mungkin akan mengancam bagi bisnis lainnya. Sehingga, akan banyak persepsi dalam lingkungan bisnis.

Berikut contoh lingkungan yang mendukung usaha bisnis dapat berjalan dengan baik :

Laundry Kiloan

Contoh usaha kecil-kecilan berikutnya adalah Jasa Laundry Kiloan. Tidak dapat dipungkiri mencuci kegiatan yang menguras banyak tenaga. Kebanyakan orang yang sibuk dan memiliki segudang pekerjaan di kantor, menjadikan laundry kiloan sebagai penyelamat hidupnya. Oleh karena itu, Anda yang memiliki waktu lebih banyak bisa memanfaatkan hal tersebut untuk membuka peluang usaha kecil-kecilan.

Modal untuk membuka jasa laundry kiloan ini terbilang tidak rumit. Dengan modal sekitar 7 jutaan Anda sudah bisa membuka usaha laundry kiloan di rumah Anda. Modal tersebut untuk membeli peralatan mencuci dan juga membayar gaji pegawai dalam membantu bisnis Anda. Dengan modal yang tidak begitu besar, Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar. Kebutuhan para karyawan atau mahasiswa dalam laundry pakaian cukup tinggi. Jadi, gunakan kesempatan itu untuk menghasilkan keuntungan dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.


Demikian informasi yang dapat saya sampaikan melalui blog ini dan teman-teman semua bisa menambahkan saran dan pendapat di kolom komentar dibawah ini terima kasih. 
Wassalamualikum Wr. Wb






Rabu, 13 April 2022

Perlunya Inovasi Pada Perusahaan

  Assalamu’alaikum teman-teman.


Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Perkenalkan teman-teman nama saya Dina Dwi Safitri, teman-teman bisa memanggil saya Dina. Saya merupakan mahasiswa aktif dari kampus STIAMI Jakarta. Tujuan saya menulis blog ini untuk melaksanakan tugas mata kuliah Model Bisnis dengan dosen bapak Endra Marsudi, S.P.,M.B.A, dengan topik “ Perlunya Inovasi pada Perusahaan  "


Kenapa perusahaan perlu berinovasi?


Inovasi merupakan hal kreatif yang harus dilakukan agar bisnis tetap berjalan maksimal. Selain itu, dengan berinovasi, perusahaan secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas produk dan kinerja pekerja.

● Memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat.
● Menyesuaikan selera masyarakat.
● Menyesuaikan perkembangan teknologi.
● Melahirkan sesuatu hal yang baru.
● Mendapatkan keuntungan lebih bagi perusahaan.

Tujuan utama dari inovasi pembelajaran adalah berusaha meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga, uang, sarana dan prasarana temasuk struktur dan prosedur organisasi agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai secara optimal. inovasi organisasi mendorong individu untuk berpikir secara mandiri dan kreatif dalam menerapkan pengetahuan pribadi untuk tantangan organisasi, dibutuhkan budaya inovasi yang mendukung ide-ide baru, proses dan cara yang umumnya “melakukan bisnis” baru.

Manfaat adanya inovasi pembelajaran yakni dapat meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan mutu pembelajaran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan serta memperbaiki pembelajaran sebelumnya kearah yang lebih baik.

1. Mendorong Pertumbuhan Bisnis
Setiap perusahaan mempunyai cara dan jalan tersendiri untuk tumbuh, mencapai tujuan dan kesuksesan. Cara paling tepat jika ingin mengembangkan skala bisnis dengan cepat dan luas adalah dengan melakukan inovasi pada model bisnis atau produk. Melakukan inovasi bisnis juga merupakan salah satu strategi untuk menaikan omzet penjualan.

2. Bisnis tetap relevan
Inovasi bisnis merupakan kemampuan beradaptasi mutlak yang harus dilakukan dalam dunia bisnis jika ingin bisnisnya tetap relevan ditengah gempuran perubahan zaman. Kini, teknologi menjadi salah satu faktor pendorong terciptanya era baru inovasi di seluruh model bisnis dan industri. Kemajuan tekonologi mendorong banyaknya bisnis-bisnis baru (start up) bermunculan dengan berbagai inovasi yang mendobrak industri. Oleh karena itu, inovasi sangat diperlukan bagi semua bisnis, baik bisnis besar maupun yang sedang merintis. Tujuannya, agar tetap relevan dalam menghadapi lingkungan yang terus berubah.

3. Sebagai Pembeda Atau Ciri Khas Perusahaan
Inovasi bertujuan untuk melakukan atau menciptakan sesuatu yang berbeda dari para kompetitor di bidang sama. Jika ingin berinovasi pada produk, maka kembangkan produk itu hingga memiliki keunggulan atau spesifikasi khusus yang tidak ada di pasaran. Selain itu, bisa juga dengan melakukan inovasi pada cara atau sistem kerja perusahaan. Dengan begitu, suatu perusahaan bisa memiliki pembeda atau ciri khas tersendiri, baik dalam hal produk maupun identitas.

4. Mengakomodir Kebutuhan Pelanggan
Kebutuhan konsumen merupakan salah satu hal yang harus dimengerti oleh sebuah bisnis guna menciptakan sebuah produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Agar produk tetap dicari oleh konsumen, maka suatu bisnis harus bisa menciptakan inovasi sesuai dengan permintaan pelanggan.

5. Meminimalisir Persaingan
Setiap bisnis yang berkembang saat ini akan berlomba-lomba untuk melakukan inovasi bisnis sehingga persaingan bisnis yang terus terjadi dan semakin lama persaingan bisnis tersebut akan semakin ketat. Di tengah ketatnya persaingan bisnis yang terjadi, inovasi merupakan kunci untuk memenangkan persaingan. Mau tidak mau pelaku bisnis dituntut agar lebih kreatif serta peka terhadap lingkungan sebagai bentuk adaptasi atas perubahan.

Apa pentingnya perusahaan berinovasi saat menghadapi masa pandemi? 

Pentingnya Inovasi Dalam Bisnis
1. Agar Bisa Bertahan Jangka Panjang
Inovasi terbukti mampu menjadi ujung tombak perusahaan yang ingin mempertahankan eksistensi dalam jangka panjang. Hadirnya sebuah inovasi di dalam bisnis mampu mendorong perusahaan menjadi lebih bisa diterima konsumen karena dianggap mampu memberikan fitur maupun fungsi sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, kita bisa melihat kiprah produsen ponsel Nokia atau Yahoo! yang terkesan jumawa dalam menghadapi kompetitor. Pada akhirnya, kedua perusahaan raksasa di jamannya tersebut sama-sama tumbang hanya karena tidak ingin berinovasi.

2. Meminimalisir Persaingan
Di tengah ketatnya persaingan bisnis yang terjadi, inovasi merupakan kunci untuk memenangkan persaingan. Mau tidak mau perusahaan dituntut agar lebih kreatif serta peka terhadap lingkungan sebagai bentuk adaptasi atas perubahan. Kultur seperti ini memang tidak dimiliki oleh banyak bisnis atau perusahaan, itulah mengapa brand besar seperti Unilever, Pizza Hut, atau Apple sampai detik ini masih menguasai pasar walaupun sudah banyak memiliki kompetitor.

3. Mengakomodir Kebutuhan Pelanggan
Agar produk tetap dicari oleh konsumen, maka perusahaan harus bisa menciptakan inovasi sesuai dengan permintaan pelanggan. Kendati demikian, sayangnya beberapa perusahaan kerap kali tidak menyadari hal ini sampai bisnis mereka akhirnya benar-benar tumbang karena produk/jasa mereka tidak lagi dibutuhkan.

Berikan contoh inovasi perusahaan saat merespons kondisi pandemi.

Yuswohady, pakar pemasaran dari Inventure Consulting menanggapi bahwa di tengah pandemi, pergeseran perilaku konsumen adalah sebuah keniscayaan. COVID-19 telah memaksa terjadinya apa yang ia sebut sebagai Consumer Megashifts 10X10, dimana perubahan perilaku konsumen menjadi 10X lebih besar dan dengan laju 10X lebih cepat. “Dengan demikian, setiap perusahaan, termasuk FMCG, menghadapi a whole new world dengan adanya gaya hidup, preferensi, prioritas, dan pola pengambilan keputusan pembelian konsumen yang sama sekali baru; dan akhirnya melahirkan pola baru pula dalam memasarkan produk-produknya,” ujarnya.


Inovasi adalah bagian penting dari DNA Perusahaan, hal ini sejalan dengan komitmen Unilever Indonesia untuk menjadi bisnis yang berlandaskan pada tujuan mulia (purpose-led), serta relevan dan mampu bertahan di masa depan (future-fit). Misalnya dalam transformasi digital, hal ini telah diterapkan ke seluruh rantai nilai Perusahaan jauh sebelum pandemi berlangsung.


“Kami melipatgandakan kegesitan dalam berinovasi sejak awal pandemi,” tambah Ira. “Di tahun 2020 setidaknya kami melahirkan 40 inovasi produk untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan konsumen kami yang terus berubah, terutama dalam hal permintaan dan pola belanja.”


Unilever Indonesia melihat dan menjawab peningkatan permintaan yang signifikan untuk produk-produk yang terkait dengan kebersihan dan kesehatan. Untuk mengantisipasi melemahnya daya beli konsumen, Unilever Indonesia meluncurkan produk-produk dalam ukuran kemasan dan harga yang lebih ekonomis.


Dalam mengantisipasi perubahan pola belanja yang kini serba online, Unilever Indonesia telah melahirkan banyak inovasi di bidang digital seperti: Unilever Home Delivery, eksistensi yang semakin kuat di jalur e-commerce, layanan untuk menjawab kebutuhan konsumen di tingkat profesional melalui Unilever Professional, dan peluncuran aplikasi Sahabat Warung untuk membantu para mitra pedagang warung agar tetap sehat selamat dan dapat tetap berjualan.


Gaya hidup serba digital juga menjadi bagian dari paparan Ira mengenai 8 (delapan) perubahan perilaku konsumen yang diperkirakan akan bertahan dalam jangka waktu panjang dan saling terkait satu sama lain. Kedelapan perilaku tersebut adalah: (i) Gaya hidup bersih dan sehat: Kesehatan akan tetap menjadi perhatian konsumen, tidak hanya di dalam tetapi juga di luar rumah sebagai bentuk proteksi diri. Brand yang terpercaya dan berkualitas akan semakin dicari. (ii) Semua aspek keseharian menjadi lebih fluid: Oleh karena itu konsumen akan mencari produk yang membantu mereka tetap produktif di dalam rumah, dan produk yang dapat melindungi diri mereka secara efisien dan praktis di luar rumah. (iii) in home romance atau in home experience menjadi semakin penting: Setelah setahun beraktivitas dari rumah, konsumen mencari cara dan produk agar tidak bosan dan terus menjaga kesehatan mental di rumah. (iv) Komunitas yang lebih kuat: Pandemi telah memperkuat rasa solidaritas kita sebagai bangsa. Dukungan untuk wirausaha lokal semakin banyak, komunitas yang ada di masyarakat juga semakin banyak. (v) Fenomena Reverse Maslow: Kebutuhan psikologis dan rasa aman termasuk lingkungan yang sehat dan higienis, dan juga keamanan finansial adalah prioritas utama konsumen. (vi) Konsumen semakin teliti akan konsumsi dan pembelian yang mereka lakukan: Konsumen mencari value dan bukan harga semata. (Vii) Gaya hidup serba digital: Internet tidak hanya membantu konsumen untuk membeli secara online tetapi juga untuk menjual dan berkegiatan. Hal ini akan terus belanjut di masa depan karena konsumen sudah mulai terbiasa menggunakan platform online dan digital dalam semua jenis kegiatan. (viii) Lahirnya smart opportunitist:Social selling terutama dari media sosial meningkat, mulai dari barang-barang yang berhubungan dengan perlindungan kesehatan, hingga makanan/minuman.


“Tidak kalah penting, kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis harus sejalan dengan manfaat yang kami bawa untuk masyarakat dan lingkungan. Di masa pandemi, komitmen untuk selalu bersama Indonesia kami wujudkan melalui kampanye #MariBerbagiPeran yang menaungi berbagai macam inisiatif untuk untuk mendukung masyarakat. Alhamdulillah kami dapat menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp 200 miliar secara bertahap sejak awal pandemi, baik secara independen maupun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra di seluruh Indonesia,” pungkas Ira


Demikian informasi yang dapat saya sampaikan melalui blog ini dan teman-teman semua bisa menambahkan saran dan pendapat di kolom komentar dibawah ini terima kasih. 
Wassalamualikum Wr. Wb





Kamis, 07 April 2022

Bisnis Tergolong UMKM Apakah Perlu Membuat Model Bisnis ?

 Assalamu’alaikum teman-teman.


Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Perkenalkan teman-teman nama saya Dina Dwi Safitri, teman-teman bisa memanggil saya Dina. Saya merupakan mahasiswa aktif dari kampus STIAMI Jakarta. Tujuan saya menulis blog ini untuk melaksanakan tugas mata kuliah Model Bisnis dengan dosen bapak Endra Marsudi, S.P.,M.B.A, dengan topik “ Bisnis Tergolong UMKM Perlu Membuat Model Bisnis "


Apakah Usaha/Bisnis yang tergolong UMKM perlu membuat model bisnis ? apa alasannya ?


Pentingnya pelaku UMKM membuat model bisnis. Sebuah model bisnis akan mampu mendeskripsikan bagaimana operasional bisnis secara menyeluruh, mulai dari memilih segmen pelanggan, cara bisnis mendapatkan uang, sampai komponen biaya yang terlibat. Berbeda dengan business plan (rencana bisnis) yang cenderung mendeskripsikan bisnis berdasar asumsi dan hipotesa yang kompleks dan detil, model bisnis dibuat lebih ringkas dan simple yang sebenarnya adalah ringkasan dari rencana bisnis

Apa yang didapat pelaku UMKM dengan merancang suatu model bisnis yang memadai?

1. Fokus
Bukan tidak mungkin di tengah perjalanan bisnis muncul peluang-peluang baru yang justru bisa mengaburkan rencana yang sudah disusun. Terjebak untuk mengeksekusi peluang-peluang baru bukan hanya mengaburkan tujuan awal bisnis yang sedang dirintis, alih-alih malah menjerumuskannya dalam kegagalan. Dengan adanya model bisnis yang detil dan representatif, pelaku UMKM akan mampu fokus pada hal-hal yang sudah direncanakan sejak awal.

2. Merancang strategi
Adanya pendeskripsian yang detil terhadap rencana pengembangan bisnis tentunya mempermudah untuk merancang tahapan-tahapan strategi yang akan dijalankan, baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Strategi yang tertata rapi akan lebih menjamin keberhasilan bisnis.

3. Monitoring dan evaluasi
Dalam menjalankan bisnis tidak semua bisa dipastikan berjalan lancar sesuai rencana. Pasti akan ada kendala, hambatan dan rintangan. Model bisnis yang akurat dapat bertindak selaku alat kontrol untuk memonitor apakah ada penyimpangan di bisnis atau masih berada di jalur yang benar. Bila terjadi penyimpangan, bisa segera diambil langkah-langkah antisipatif.

4. Investor
Dengan mempresentasikan model bisnis yang representatif dan didukung data yang akurat, bukan tidak mungkin ada investor yang tertarik untuk bekerjasama. Hanya dengan melihat model bisnis yang dibuat, seorang investor yang berpengalaman mampu membaca prospek bisnis ke depan.

Pelaku UMKM umumnya fokus membangun inovasi produk, namun belum sadar terhadap pentingnya model bisnis. Padahal model bisnis ini merupakan strategi untuk membawa UMKM tumbuh besar. MenkopUKM mengatakan inovasi produk sangat penting untuk bersaing di pasar domestik maupun global. Di sisi lain, model bisnis sangat perlu untuk meyakinkan lembaga pembiayaan ikut membesarkan bisnis UMKM itu. Karena itu, penting pendekatan yang high-touch untuk mendorong UMKM yang unggul di masa depan. “Kita selama ini fokus di inovasi produknya, brandnya bagus, tapi model bisnisnya tidak dipikirkan. Padahal kita butuh model bisnis yang betul-betul menjadikan UMKM ini bisa tumbuh lebih besar, bisa mengakses pembiayaan yang lebih besar, bisa mengakses ekosistem yang lebih besar untuk menjadi entrepreneur yang lebih besar,” kata Teten dalam sambutan yang disampaikan secara  virtual melalui Zoom. 

Ditegaskan juga model bisnis sangat diperlukan sebab UMKM jumlahnya sangat banyak dan skala usahanya kecil-kecil. UMKM membutuhkan penghela yang dapat bertindak sebagai agregator produk, sebagai offtaker atau inkubasi, untuk melakukan edukasi dan kurasi, serta membantu UMKM tumbuh dan berkembang secara unggul.    Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran KemenkopUKM Victoria Simanungkalit mengatakan pameran ini hendak memberikan stimulus dan motivasi kepada pelaku UMKM agar bisa bertahan menghadapi Covid-19 dan tetap eksis memperkuat hubungan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, seniman, serta masyarakat pada umumnya, serta mendukung kegiatan “Bangga Buatan Indonesia”. Pameran ini diikuti oleh 20 produk UMKM kreatif unggulan Yogyakarta yang terdiri dari pangan, kriya, fashion, dan hobi. 

Greg Wuryanto mengatakan, penyelenggaraan pameran ini menunjukkan UMKM tetap siap siaga melakukan perbaikan, dan belum hancur di tengah wabah Covid-19. Dikemukakan, ICCN tengah menggagas konsep ekosistem unggul untuk membangkitkan UMKM unggulan di daerah. Saat ini, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta untuk merealisasikan ekosistem unggul. “Ini adalah bentuk pemodelan yang kita harapkan dapat memunculkan, menolong, serta mengkondisikan produk-produk UKM atau industri agar dapat menjadi UKM unggul,” kata Greg.

Bagaimana resiko jika tidak menerapkan Model Bisnis ?
1. Kurangnya Riset Pasar
2. Rendahnya Analisis Persaingan
3. Perencanaan Keuangan menjadi Tidak Realistis

Manfaat jika menerapkannya bisnis umkm membuat model bisnis ?

1. Membantu perusahaan untuk mendapatkan informasi terkait bagaimana, dimana, dan kapan produk yang dihasilkan akan berfungsi dengan maksimal. Informasi ini didapatkan melalui proses simulai terhadap produk tersebut. Misalnya kebijakan harga produk akan mempengaruhi jumlah produk yang dijual. Melalui informasi tersebut maka perusahaan akan melakukan evaluasi apakah model yang didesain dapat bersaing di pasaran.

2.Model bisnis yang baik akan melemahkan kompetitor. Jika perusahaan mampu mengetahui kelemahan model bisnis pesaing, maka perusahaan dapat segera menentukan model bisnis yang dapat menutup celah kelemanah tersebut. Ini akan mengakibatkan munculnya produk subsitusi dari perusahaan yang memiliki nilai lebih dibandingkan kompetitor.

3. Merubah kompetitor menjadi sekutu. Hal ini sebagai akibat karena perusahaan Anda mampu mengidentifikasi kelembahan bisnis kompetitor, dan sebaliknya. Sebagai solusi, maka dibuatlah produk komplementer untuk saling melengkapi.

4. Risiko Bisnis Gagal Lebih Kecil

Business Model Canvas membantu Anda menyusun perencanaan bisnis mulai dari sumber pendanaan bisnis , bagaimana Anda membuat produk, hingga bagaimana cara menjual produk Anda ke target pasar. Bahkan di dalam model bisnis ini Anda juga bisa menuangkan keunggulan produk Anda dibanding kompetitor, sehingga peluang sukses bisnis Ada lebih besar dan resiko gagal akan lebih kecil.

5. Sasaran Pasar Sesuai Target

Salah satu penyebab banyak bisnis baru yang mengalami kegagalan adalah karena produk mereka kurang tepat di pasaran. Hal ini bisa terjadi karena produk yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan pasar atau tidak memiliki target pasar yang tepat. Dengan model bisnis ini, Anda akan terbantu untuk memvisualisasi produk Anda sehingga Anda bisa memperhitungkan dengan tepat apa produk yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar dan siapa yang sangat membutuhkan produk Anda. Model bisnis ini juga akan membantu Anda mencari cara untuk menjual produk Anda dengan cara yang sesuai dengan target pasar.

6. Memperjelas Fokus Bisnis

Adanya Business Model Canvas tidak hanya membantu pemilik bisnis untuk membuat rancangan bisnis, tetapi juga memperjelas fokus bisnis. Banyak bisnis membutuhkan cara untuk mencapai pelanggan mereka. Jika langkah yang diambil salah, maka bisnis bisa gagal. Dengan adanya model bisnis ini, cara untuk meraih pelanggan akan lebih jelas dan lebih terfokus.

Berbagai keuntungan tersebut tidak hanya untuk meningkatkan reputasi dan daya saing perusahaan, namun juga mendorong perusahaan untuk memenangkan kompetisi di pasar. Berbisnis tidak hanya semata-mata menjual produk ke pasar dan menunggu respon konsumen terhadap produk tersebut. Menjalankan sebuah bisnis hendaknya harus diiringi dengan proses perancangan berbagai faktor pendukung.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan melalui blog ini dan teman-teman semua bisa menambahkan saran dan pendapat di kolom komentar dibawah ini terima kasih. 
Wassalamualikum Wr. Wb











Alasan pelaku bisnis harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dalam mengelola bisnis

Assalamu’alaikum teman-teman. Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT....