Rabu, 30 Maret 2022

ERA VUCA DAN ERA TUNA

Assalamu’alaikum teman-teman.


Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Perkenalkan teman-teman nama saya Dina Dwi Safitri, teman-teman bisa memanggil saya Dina. Saya merupakan mahasiswa aktif dari kampus STIAMI Jakarta. Tujuan saya menulis blog ini untuk melaksanakan tugas mata kuliah Model Bisnis dengan dosen bapak Endra Marsudi, S.P.,M.B.A, dengan topik “ ERA VUCA DAN ERA TUNA


Apa sih ERA TUNA ? 

Apa Perbedaan ERA VUCA DAN ERA TUNA 

VUCA dan TUNA

Mengelola situasi yang tidak pasti saat ini menjadi penting.  Dunia kita sekarang dikenal dengan VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, and Ambiguous) dan juga TUNA (Turbulent, Uncertain, Novel, dan Ambiguous).  Idenya adalah, kita sadar bahwa dunia tidak pasti.  Apa berikutnya?  ada terlalu banyak variabel yang bisa berubah dalam sekejap, tidak dapat diprediksi, dan bagi para pengambil keputusan (tidak hanya pemimpin atau mitra strategis), penting untuk mengambil akar masalah dan menemukan jalan keluarnya.  Tidak hanya jalan keluar tetapi juga untuk memahami bagaimana tetap gesit dan mengerjakan masalah lain besok. Karena tidak ada fiksasi satu ukuran untuk semua masalah strategis, penting untuk memahami industri dan memprediksi.

Kata VUCA pada awalnya digunakan oleh militer selama tahun 90-an, menginspirasi sekolah bisnis untuk dapat mengelola situasi bisnis yang relatif dapat diprediksi. Sedangkan saat ini, volatilitas mengacu pada perubahan yang 'mengganggu'. Dengan demikian VUCA dapat dikatakan suatu situasi yang menggambarkan situasi suatu lingkungan/kondisi suatu pasar.  Ketika kita memahami, menyadari, dan memperhatikan komponen-komponen VUCA dalam konteks bisnis/organisasi/pasar bahkan konteks dunia, kini kita dapat memahami bagaimana kita berdiri.  Ini dapat digunakan, lebih lanjut, sebagai alat analisis untuk langkah strategis kami berikutnya.  TUNA kemudian bergabung dengan popularitas VUCA setelah sebagian besar digunakan oleh program Pendidikan Eksekutif Universitas Oxford.  Baik VUCA dan TUNA sebagian besar digunakan dalam diskusi konteks kepemimpinan/strategis, sementara sekarang sangat relevan bagi siapa saja. Menurut Adam Vigdor Gordon (2016), perencanaan skenario dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan arah dan membentuk serangkaian strategi untuk memenangkan pertempuran ketidakpastian di dunia/situasi TUNA.

 Singkatnya, untuk dapat mengevaluasi dengan cepat dan kolaboratif adalah penting.  Di tengah dunia yang tidak pasti, kepemimpinan, tata kelola yang baik, dan tindakan untuk perubahan harus berkaitan dengan tujuan dan nilai organisasi untuk mengelola keberadaannya.


Jika belakangan ini begitu santer mendengar VUCA, Volatile, Uncertain, Complex & Ambiguous konsep yang menggambarkan derasnya perubahan & hal‑hal yang diakibatkanya. Kemarin kita bahas bagaimana menjawabnya dengan VUCA Prime (Vision, Understanding, Clarity & Agilty)! Konsep ini awalnya digunakan oleh militer selama tahun 90‑an, menginspirasi sekolah bisnis untuk dapat mengelola situasi bisnis yang relatif dapat diprediksi.

Selain VUCA saat ini memang lebih condong pada kondisi TUNA! apalagi di era pandemik ini, kala kondisi Turbulent, Uncertain, Novel & Ambiguous, memberikan suguhan nyata adanya pergeseran VUCA ke TUNA. Jika tidak benar‑benar memahami ini akan terjebak dengan lelah berkepanjangan. 

TUNA ini hadir dari gagasan bahwa dunia saat ini tidak pasti, terus merespon terkait apa hal berikutnya yang dapat dilakukan karena terlalu banyak variabel yang dapat berubah setiap saat, tidak dapat diprediksi, hingga perlu benar‑benar belajar menangkap akar masalah dan mencari jalan keluarnya. 

Lebih lanjut bukan hanya mencari jalan keluar tapi juga berlatih bagaimana agar tetap gesit & menghadapi masalah berikutnya esok hari. Karena saat ini tidak ada hal yang “one‑size‑fits‑all” untuk semua masalah strategis, penting juga untuk kita memahami industri & memprediksinya.

Terdapat empat hal yang dapat membawa bisnis Anda ke dalam situasi VUCA, yaitu:

1. Disrupsi Teknologi

Kemajuan baru dalam teknologi, dari blockchain hingga kecerdasan buatan, membentuk kembali pasar dan preferensi pelanggan setiap hari. Mengikuti tren seperti itu diperlukan untuk kelangsungan hidup jangka panjang, tetapi sulit untuk memprediksi investasi apa yang benar-benar berharga.

2. Ketidakstabilan Pasar

Dunia kita menjadi semakin tidak stabil yang berdampak pada perilaku pasar global dan lokal. Misalnya, serangan teroris, pemerintahan yang tidak stabil, dan krisis keuangan global telah mengganggu ekonomi dan hubungan global kita secara substansial.

3. Persaingan Tinggi

Jumlah wirausahawan pemula (sekitar 100 juta bisnis baru dibuka setiap tahun di seluruh dunia) yang artinya kompetisi menjadi memanas, para pesaing muncul lebih cepat dibandingkan dengan masa sebelumnya. Lingkungan bisnis telah menjadi medan pertempuran di mana hanya yang terkuat yang bertahan.

4. Konsumen yang Berubah-ubah

Dengan pilihan yang belum pernah ada sebelumnya, loyalitas konsumen jauh dari jaminan. Mereka menginginkan nilai yang lebih baik dan pengalaman pembelian yang lebih dipersonalisasi, membuat pelanggan lebih sulit untuk dimenangkan, engaged, dan dipertahankan.


Dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa meskipun VUCA berpotensi memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan organisasi namun VUCA juga bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dari perusahaan. Ditambah pula, seorang Assistant Professor dari  Indian Institute of Management Rohtak, India yang bernama Ankur Jain mengatakan bahwa disrupsi teknologi dapat saja dipandang sebagai ancaman bagi perusahaan, namun teknologi yang dimanfaatkan dengan baik justru dapat meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.


V – Volatility (Volatilitas)

Volatilitas merupakan sebuah kondisi ketidakstabilan yang diakibatkan oleh perubahan drastis atau cepat (Kail, 2010a dalam Jain 2019). Tantangannya tidak terduga dan mungkin durasinya tidak diketahui (Bennett & Lemoine, 2014). 

Contoh volatilitas adalah kondisi harga yang seringkali fluktuatif setelah bencana alam terjadi yang mengakibatkan perubahan pada permintaan pelanggan maupun pemasok. 

Saat terjadi kondisi Volatilitas terjadi, maka peran dari seorang pemimpin adalah memastikan bahwa visi dan tujuan perusahaan senantiasa dirumuskan dan dilaksanakan dengan kecepatan dan intensitas yang tinggi.  Guna mencapai hal ini, maka langkah-langkah berikut ini dapat dilakukan oleh para pemimpin

Menerjemahkan Data Menjadi Informasi

Komunikasi yang Jelas

Pastikan Maksud Anda Dimengerti


U – Uncertainty (Ketidakpastian)

Ketidakpastian adalah keadaan di mana suatu peristiwa sama sekali tidak dapat diprediksi, atau dapat dikatakan tidak diharapkan sama sekali.

Contoh, untuk perusahaan seperti Uber, Amazon, Airbnb merupakan organisasi yang lebih berfungsi sebagai perantara antara pelanggan dan penyedia platform layanan. Model bisnis baru ini telah mengganggu cara kerja bisnis tradisional dan berimplikasi pada ketidakpastian yang besar. Ini disebabkan oleh tidak dikenalnya lagi batas lokasi, wilayah, dan waktu ketika orang bekerja

Guna mengantisipasi ketidakpastian ini, maka seorang pemimpin membutuhkan perubahan sikap dan perilaku sebagai berikut:

Dapatkan Perspektif Baru

Bersikap Fleksibel

Be Visioner


C – Complexity (Kompleksitas)

Kompleksitas adalah kondisi ketika perusahaan mengalami  masalah yang berkepanjangan dan rumit serta saling terhubung

Kembangkan Pemimpin Kolaboratif

Berhenti Mencari Solusi Permanen

Latih Pemimpin Masa Depan Sekarang


A-Ambiguity (Ambiguitas)

Ambiguitas adalah situasi di mana tidak ada yang jelas. Suatu peristiwa ditafsirkan secara berbeda oleh orang yang berbeda. Ada banyak manifestasi pada bagian kejelasan suatu peristiwa. 


Contoh: Anda ingin mencoba untuk memindahkan pasar Anda ke wilayah baru atau ketika Anda ingin mengeluarkan produk baru di luar kompetensi inti perusahaan Anda. Di saat ini Anda mungkin telah melakukan inovasi. Namun, sebuah inovasi seringkali tidak dapat jelas sebab dan akibatnya. Bisa saja dari sisi ide, keputusan Anda untuk memperluas pasar adalah ide bagus namun pada waktu diimplementasikan ternyata memasuki pasar baru tidak semudah yang Anda bayangkan

Agar Anda tidak terjebak dan terlambat bertindak untuk menyelamatkan perusahaan Anda, berikut beberapa Langkah strategis yang dapat dilakukan oleh seorang pemimpin yang menghadapi lingkungan yang penuh dengan Ambiguitas. 


Mendengarkan Pendapat Orang Lain

Berpikir secara Berbeda

Siapkan Dividen Tambahan


Demikian informasi yang dapat saya sampaikan melalui blog ini dan teman-teman semua bisa menambahkan saran dan pendapat di kolom komentar dibawah ini terima kasih. 

Wassalamualikum Wr. Wb

Selasa, 22 Maret 2022

PERBEDAAN MODEL BISNIS, PERENCANAAN BISNIS DAN STRATEGI BISNIS


Assalamu’alaikum teman-teman.

Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Perkenalkan teman-teman nama saya Dina Dwi Safitri, teman-teman bisa memanggil saya Dina. Saya merupakan mahasiswa aktif dari kampus STIAMI Jakarta. Tujuan saya menulis blog ini untuk melaksanakan tugas mata kuliah Model Bisnis dengan dosen bapak Endra Marsudi, S.P.,M.B.A, dengan topik “ Perbedaan antara Model Bisnis dengan Perencanaan dan Model Bisnis dengan Strategic Bisnis


Apa Perbedaan Model Bisnis dengan Perencanaan Bisnis ?


Model Bisnis adalah suatu model yang menjelaskan dan menjabarkan bagaimana sebuah perusahaan dapat bergerak dan berkembang untuk memperoleh keuntungan. Menurut ahli, sebuah model atau gambaran suatu bisnis harus ada 3 karakteristik utama, yaitu sesuai dengan tujuan perusahaan, tangguh dan handal, dan mampu memperkuat model itu sendiri. Replikasi, substitusi, ketidakfokusan terhadap pasar, dan terbacanya kekuatan model usaha yang digunakan oleh perusahaan dapat menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah perusahaan. 

Ada beberapa Contoh Model Bisnis yang cocok untuk zaman milenial seperti saat ini yaitu sebagai berikut :

Affiliate

Model usaha yang satu ini dijalankan untuk mendatangkan banyak traffic untuk memperoleh pendapatan melalui sistem affiliate atau pemasangan. Model usaha ini mengandalkan link dari produsen yang produknya ingin dibantu pemasarannya dengan biaya atau komisi sesuai kesepakatan.

On-Demand

Salah satu model usaha startup yang tengah menjadi primadona di Indonesia yaitu on-demand. Model usaha ini menyediakan jasa untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya yang terus meningkat, seperti jasa layanan transportasi online.

Freemium

Seperti namanya, model usaha atau bisnis dari kata free dan premium ini menawarkan produk perusahaan berupa jasa kepada konsumen secara gratis, namun tetap dengan limitasi fitur dan jumlah layanan. Jika ingin menikmati fitur dan pelayanan yang lengkap, maka konsumen harus mengupgrade dari reguler menjadi premium.

Virtual Goods

Model usaha virtual goods ini menawarkan produk virtual yang relevan dengan kebutuhan konsumen dan akses yang terbatas. Untuk menikmati fitur tertentu, konsumen harus membayar produk dengan harga yang sudah ditetapkan. Pembelian unlocking fitur ini sebagai penentu status konsumen dan biasanya digunakan dalam layanan games.

Advertising

Model usaha yang satu ini menawarkan produk berupa jasa pengiklanan. Belakangan ini, model usaha seperti ini sangat digandrungi sejak maraknya bisnis online. Aliran dana usaha advertising diperoleh dari pemasangan iklan melalui website yang Anda buat. Para pelaku bisnis online akan memasang iklan melalui website Anda untuk meningkatkan dan mendapatkan trafik yang tinggi.

Beberapa elemen dasar dari model bisnis adalah perusahaan:

Konsep bisnis dasar: Ini adalah ringkasan singkat tentang peluang bisnis perusahaan, termasuk hal-hal seperti konsumen rata-rata, produk atau layanan, manfaat yang dapat ditawarkan produk atau layanan kepada konsumen dan metode yang digunakan untuk menyampaikan produk atau layanan kepada konsumen .

Posisi rantai nilai: Posisi rantai nilai mengacu pada posisi perusahaan dalam rantai pasokan yang membawa produk dan layanan ke konsumen.

Manfaat yang diberikan: Model bisnis biasanya berisi perkiraan manfaat nyata yang dapat ditawarkan produk atau layanan mereka kepada pelanggan.

Penggerak biaya dan sumber pendapatan: Aspek model bisnis ini mengidentifikasi aktivitas mana yang membutuhkan biaya serta aktivitas mana yang merupakan sumber pendapatan.

Keunggulan kompetitif: Keunggulan kompetitif mengacu pada fitur yang menyebabkan konsumen menganggap produk atau layanan lebih unggul daripada yang ditawarkan oleh persaingan perusahaan.

Sedangkan, Perencanaan Bisnis adalah Perencanaan bisnis atau business plan merupakan aktivitas atau kegiatan penting yang harus Anda siapkan sebelum memulai sebuah usaha.

Dalam business plan, Anda perlu menuliskan secara rinci tentang konsep bisnis, keuangan, pemasaran, dan hal terkait lainnya. Hal ini bertujuan agar bisnis Anda memiliki persiapan yang matang, sehingga lebih mudah untuk mencapai kesuksesan daripada tidak memiliki persiapan rencana sama sekali.

Tujuan Perencanaan Bisnis

Selain perlu mengetahui pengertian dari business plan. Melakukan perencanaan dalam sebuah usaha sangat krusial karena bertujuan agar usaha tersebut berjalan dengan stabil dan semakin sukses. Selain itu, masih banyak tujuan lainnya dari rencana bisnis yang harus di lakukan yakni sebagai berikut.

1. Memastikan Bisnis Sesuai Visi Misi

Tujuan pertama dari perencanaan bisnis yaitu untuk memastikan bahwa bisnis yang Anda jalankan berjalan sesuai dengan visi dan misi yang sudah Anda tentukan di awal. 

2. Menghitung Sumber Daya

Tujuan kedua dari pembuatan rencana bisnis yaitu agar pengusaha bisa mengetahui berapa jumlah sumber daya yang diperlukan untuk kegiatan operasional perusahaan. Hal ini juga termasuk gambaran yang jelas tentang jumlah SDM serta masing-masing keahlian yang akan Anda perlukan. 

3. Membuat Estimasi Profit Bisnis

Tujuan dari perencanaan bisnis yang selanjutnya yaitu bisa membuat kapan bisnis Anda akan membuat profit yang ditargetkan.

Rencana bisnis sering digunakan sebagai cara untuk memberikan gambaran kepada investor, pemberi pinjaman, pemegang saham, dan pihak berkepentingan lainnya tentang suatu perusahaan. Untuk alasan ini, mereka biasanya merupakan dokumen komprehensif yang mencakup hal-hal seperti:

Ringkasan eksekutif: Ringkasan eksekutif menjelaskan secara singkat apa yang dilakukan perusahaan dan rencana untuk memastikan keberhasilannya.

Pernyataan misi: Di sinilah perusahaan memberikan satu atau dua kalimat yang merinci filosofi menyeluruhnya.

Informasi dasar perusahaan: Biasanya ada seluruh bagian yang menguraikan nama perusahaan, industri, lokasi, dan tanggal mulai.

Kredensial pemilik: Karena rencana bisnis sering digunakan untuk mengamankan pendanaan dari pemberi pinjaman atau investor, mereka sering kali menyertakan pengalaman kerja, kredensial, dan bahkan resume pemilik.

Produk atau layanan: Rencana bisnis biasanya memiliki deskripsi rinci tentang layanan dan produk yang ditawarkan perusahaan.

Rencana pemasaran: Selain menyoroti produk dan layanan perusahaan, rencana bisnis merinci strategi untuk memasarkannya secara efektif.

Informasi keuangan: Jika sebuah perusahaan mencari dana, mereka harus memasukkan informasi keuangan yang relevan dalam rencana bisnis mereka, seperti laporan bank, berapa banyak dana yang dibutuhkan, alasan membutuhkan dana dan rencana pembayaran Kembali

Kesimpulan :

Rencana bisnis berfungsi sebagai fondasi perusahaan dan rencana bisnis, sedangkan model bisnis menyediakan struktur. Dalam banyak hal, model bisnis adalah konsep umum perusahaan. Rencana bisnis kemudian mengambil konsep ini dan menciptakan deskripsi ide bisnis yang jauh lebih komprehensif dan terperinci.

Apa Perbedaan Model Bisnis dengan Strategi Bisnis ?

  •  Model bisnis mengacu pada rencana atau diagram yang berbicara tentang bagaimana perusahaan menggunakan sumber dayanya, bagaimana bersaing, bagaimana mengembangkan hubungan bisnis, bagaimana ia berurusan dengan konsumen, dan bagaimana perusahaan menciptakan nilai untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan. 
  •  Strategi mengacu pada arah jangka panjang perusahaan.

Tujuan:

Model bisnis diturunkan untuk tujuan menentukan daya saing.

Strategi diturunkan dengan tujuan menentukan keadaan masa depan.

Keterkaitan:

Strategi menentukan arah jangka panjang perusahaan dan model bisnis memfasilitasi strategi ketika mendefinisikan bagaimana perusahaan bersaing.

Contoh Strategi Bisnis

1. Cross-selling lebih banyak produk

Beberapa organisasi berfokus pada penjualan lebih banyak produk kepada pelanggan yang sama. Strategi ini bekerja dengan baik untuk perusahaan peralatan kantor dan bank, serta pengecer online. Dengan meningkatkan jumlah produk yang terjual per pelanggan, Anda dapat meningkatkan ukuran keranjang rata-rata. Bahkan peningkatan kecil dalam ukuran keranjang dapat berdampak signifikan pada profitabilitas, tanpa harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan baru.

2. Produk atau layanan paling inovatif

Banyak perusahaan, khususnya di bidang teknologi atau otomotif, membedakan diri mereka dengan menciptakan produk yang paling mutakhir. Untuk menggunakan ini sebagai strategi bisnis Anda, Anda perlu mendefinisikan apa arti “inovatif” bagi organisasi Anda atau bagaimana Anda inovatif.

3. Tingkatkan penjualan dari produk baru

Beberapa perusahaan suka berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk terus berinovasi, bahkan dengan produk Anda yang paling sukses.

4. Tingkatkan layanan pelanggan

Ini bisa menjadi strategi bisnis yang baik jika bisnis Anda memiliki masalah dalam memberikan layanan pelanggan yang berkualitas. Beberapa perusahaan bahkan telah membangun reputasi yang kuat karena memiliki layanan pelanggan yang luar biasa. Biasanya, perusahaan memiliki masalah di satu area tertentu, sehingga strategi bisnis yang berfokus pada peningkatan layanan pelanggan biasanya akan memfokuskan tujuannya pada sesuatu seperti dukungan online atau call center yang lebih efektif.

5. Menyasar pasar baru

Beberapa perusahaan besar membeli atau menggabungkan pesaing untuk menyudutkan pasar muda. Ini adalah strategi umum yang digunakan oleh perusahaan Fortune 500 untuk mendapatkan keuntungan di pasar baru atau yang berkembang pesat. Mengakuisisi perusahaan baru memungkinkan perusahaan yang lebih besar untuk bersaing di pasar di mana sebelumnya tidak memiliki kehadiran yang kuat sambil mempertahankan pengguna produk atau layanan.

6. Diferensiasi produk

Ini adalah strategi bisnis yang umum, terutama untuk bisnis business-to-consumer (B2C). Mereka dapat membedakan produk mereka dengan menyoroti fakta bahwa mereka memiliki teknologi, fitur, harga, atau gaya yang unggul.

7. Strategi harga

Dalam hal penetapan harga, bisnis dapat menjaga harga mereka tetap rendah untuk menarik lebih banyak pelanggan atau memberikan nilai aspiratif pada produk mereka dengan menetapkan harga di luar apa yang dapat dibeli oleh kebanyakan pelanggan biasa. Jika perusahaan berencana untuk menjaga harga tetap rendah, mereka harus menjual produk dalam volume yang jauh lebih tinggi, karena margin keuntungan biasanya sangat rendah. Bagi perusahaan yang memilih untuk menetapkan harga produk mereka di luar jangkauan pelanggan biasa, mereka dapat mempertahankan eksklusivitas produk mereka sambil mempertahankan margin keuntungan yang besar per produk.

8. Keunggulan teknologi

Memperoleh keunggulan teknologi, Anda sering kali dapat mencapai penjualan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, atau bahkan menguasai pasar. Ini bisa berarti berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, mengakuisisi perusahaan yang lebih kecil untuk mendapatkan akses ke teknologi mereka atau bahkan memperoleh karyawan dengan keterampilan unik yang akan memberi perusahaan keunggulan teknologi.

9. Tingkatkan retensi pelanggan

Umumnya jauh lebih mudah untuk mempertahankan pelanggan daripada menghabiskan uang untuk menarik pelanggan baru, itulah sebabnya ini adalah strategi yang bagus jika Anda melihat peluang untuk meningkatkan retensi pelanggan. Strategi ini mengharuskan Anda untuk mengidentifikasi taktik dan proyek utama untuk mempertahankan pelanggan Anda.

10. Keberlanjutan

Anda dapat meluncurkan seluruh strategi bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis Anda. Misalnya, tujuannya bisa untuk mengurangi biaya energi atau mengurangi jejak perusahaan dengan menerapkan program daur ulang.


Demikian informasi yang dapat saya sampaikan melalui blog ini dan teman-teman semua bisa menambahkan saran dan pendapat di kolom komentar dibawah ini terima kasih. 

Wassalamualikum Wr. Wb



Selasa, 15 Maret 2022

MODEL BISNIS DAN MODEL PENDAPATAN

Assalamu’alaikum teman-teman.

Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Karena postingan ini merupakan postingan pertama saya, maka izinkan saya untuk memperkenalkan diri saya terlebih dahulu.

Perkenalkan teman-teman nama saya Dina Dwi Safitri, teman-teman bisa memanggil saya Dina. Saya merupakan mahasiswa aktif dari kampus STIAMI Jakarta. Tujuan saya menulis blog ini untuk melaksanakan tugas mata kuliah Model Bisnis dengan dosen bapak Endra Marsudi, S.P.,M.B.A, dengan topik “ Model Bisnis dan Model Pendapatan” 


APAKAH MODEL BISNIS SAMA DENGAN MODEL PENDAPATAN ?

Model Bisnis 

Model Bisnis menurut para ahli 

Metnurut Osterwalder dan Pigneur (2010), model bisnis adalah sebuah alat untuk menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai. Selain itu menurut sebuah lembaga pendidikan bernama Tim PPM Manajemen ( 2012 ) model bisnis dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu sebagai metode atau cara, dan model bisnis dilihat dari komponen- komponen (elemen), dan model bisnis sebagai strategi untuk bisnis.

Menurut Wheelen dan Hunger yang dikutip didalam Tim PPM Manajemen (2012) model bisnis dapat diartikan sebagai alat yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan uang dilingkungan bisnis dimana perusahaan beroperasi. Definisi lain dari model bisnis yang mengatakan kalau model bisnis itu “metode yang digunakan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya, yang membuat perusahaan dapat bertahan.” Dengan kata lain model bisnis adalah metode atau cara, yaitu cara menciptakan nilai.

Menurut Tim PPM Manajemen (2012) model bisnis jika dilihat dari komponen- komponennya merupakan produk, manfaat dan pendapatan, atau konsumen, aset, dan pengetahuan, ada pula content, struktur dan governance.

Menurut Tim PPM Manajemen (2012) pengertian model bisnis jika dikaitkan berdasarkan strategi bisnis adalah gambaran hubungan antara keunggulan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengakuisisi dan menciptakan nilai yang membuat perusahaan mampu menghasilkan laba. (Manajemen ppm, 2015).

Jadi, Mode Bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai. baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Istilah model bisnis, karena itu, dipakai untuk ruang lingkup luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis, termasuk mencakup maksud dan tujuan, apa-yang-ditawarkan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik niaga, serta kebijakan-kebijaan dan proses-proses operasional.

Manfaat Bisnis Model

Menurut Tim PPM Manajemen (2012) terdapat empat manfaat yang didapatkan ketika kita mempunyai model bisnis yaitu :

  1. Manfaat yang pertama yaitu terkait dengan komponennya, model bisnis memudahkan para perencana dan pengambil keputusan di perusahaan melihat hubungan logis antara komponen-komponen dalam bisnisnya, sehingga dapat dihasilkan nilai bagi konsumen dan nilai bagi perusahaan.
  2. Manfaat yang kedua yaitu model bisnis dapat dipakai untukmembantu menguji konsistensi hubungan antar komponennya.
  3. Manfaat yang ketiga yaitu model bisnis dapat digunakan untuk membantu menguji pasar dan asumsi yang digunakan untuk mengembangkan bisnis.
  4. Manfaat yang keempat, yaitu model bisnis dapat dipakai untuk menunjukkan seberapa radikalsuatu perubahan dilakukan dan konsekuensinya(Manajemen ppm, 2015)

Contoh Model Bisnis pada sebuah bisnis

Gambaran Contoh Bisnis Model Canvas Mi Yamin

1. Segmentasi konsumen (Customer segments)

Target pasar atau pelanggan yang disasar adalah generasi milenial dengan rentang usia 14 hingga 45 tahun.

  • Pelajar sekolah menengah pertama/atas;
  • Mahasiswa/i;
  • Pegawai kantoran.

2. Proposisi nilai (value propotitions)

  • Mi yamin yang dijual disajikan dalam aneka rasa dan komponen;
  • Mi yamin dapat disantap di warung dan gerai lain (kalau sudah buka cabang);

3. Jalur promosi/pemasaran (Channels)

  • Media sosial;
  • Pameran instansi;
  • Festival kuliner;
  • Aplikasi pesan-antar makanan daring.

4. Relasi dengan pelanggan (Customer relationships)

  • Menawarkan potongan harga pada pembelian kedua;
  • Promo minuman gratis untuk pemesanan mi yamin komplet
  • Harga promo pada acara tertentu (festival/pameran);
  • Promo menarik untuk pembelian lewat aplikasi.

5. Sumber penghasilan (Revenue streams)

  • Modal pribadi;
  • Investasi dari pihak ketiga;
  • Penjualan per mangkuk mi yamin;
  • Penjualan menu pendamping;
  • Sistem bagi hasil dari kerja sama.

6. Aktivitas kunci (key activities)

  • Membeli bahan-bahan mi terbaik;
  • Mengandalkan komponen pendamping berkualitas tinggi;
  • Memberikan layanan memuaskan, cepat, dan ramah;
  • Mempertahankan rasa agar lebih baik dari kompetitor.

7. Sumber daya utama (Key resources)

  • Lokasi penjualan strategis;
  • Alat memasak modern dan praktis;
  • Pekerja yang lihai dalam mengolah mi yamin;
  • Pemasok bahan terpercaya.

8. Mitra kunci (Key partners)

  • Pemasok mi berkualitas tinggi;
  • Pedagang daging, sayur, dan bumbu mi yamin;
  • Penyelenggara acara;
  • Influencer profesional.

9. Susunan pembiayaan (Cost structure)

  • Penyediaan alat pengolahan mi yamin;
  • Persiapan lokasi gerobak/warung/kios mi yamin;
  • Penyediaan bahan-bahan baku;
  • Menghitung anggaran promosi (soft/grand opening, pekan promosi, festival kuliner, dan tawaran kerja sama

Model Pendapatan 

Model Pendapatan yaitu kerangka kerja yang digunakan untuk memperoleh pendapatan dan meningkatkan investasi. Fungsinya sebagai tampilan tingkat tinggi pada struktur pendapatan bisnis. Sebagian besar kerangka tergantung pada aktivitas dan biaya perusahaan, seperti revenue model dalam e-commerce yang harus sesuai dengan aktivitas e-commerce.

Terdapat beberapa model pendapatan yang paling banyak diterapkan, yaitu : 

  • Advertising Revenue Model (Model Pendapatan Iklan)

Model pendapatan periklanan termasuk model yang paling banyak digunakan oleh e-commerce. Model ini adalah ketika platform atau website mengizinkan orang lain untuk memasang iklan dengan biaya tertentu, contohnya YouTube Ads dan Google Ads. Pendapatan masuk melalui biaya pemasangan iklan dari customer, konten situs, services draw hits, serta pemasangan banner berdasarkan CPA atau CPC. Pengiklan bisa memanfaatkan traffic pengunjung yang  memanfaat platform tersebut untuk berbelanja, mencari produk, melihat iklan, dan dapat mengarah ke situs asli.

  • Subscription Revenue Model ( Model Pendapatan Subscription)

Dalam model pendapatan subscription, pendapatan berasal dari biaya yang dibayar oleh pelanggan untuk bisa mengakses layanan atau produk pada sebuah platform berdasarkan periode waktu tertentu. Misalnya, pengguna berlangganan majalah untuk 3 bulan dengan biaya sekian agar mendapat edisi terbaru dari majalah secara rutin melalui e-mail. Contoh layanan konten yang menggunakannya, yakniNetflix, VIU, dan Spotify.

  • Sales Revenue Model (Mode Pendapatan Penjualan)

Sales adalah model pendapatan yang paling umum. Keuntungan berasal dari penjualan produk atau layanan, penjual berupaya untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas melalui internet dibandingkan dengan toko fisik atau offline. Dalam hal ini, dasarnya adalah setiap bisnis yang beroperasi secara online akan menggunakan model pendapatan ini. Contohnya adalah perusahaan yang menjual produk secara online melalui satu platform, seperti Amazon dan Etsy. Pendekatan semacam ini telah menciptakan gaya bisnis yang unik, yakni berdasarkan katalog yang tersedia pada web.

  • Transaction Fee Revenue Model (Model Pendapatan Biaya Transaksi)

Model ini mendorong pendapatan dengan membebankan biaya setiap transaksi yang terjadi melalui layanan pembayaran, gunanya untuk meningkatkan eksekusi transaksi. Jadi, perusahaan menyediakan layanan yang memungkin pengguna melakukan transaksi untuk berbagai kepentingan. Misalnya, eBay yang menerima sejumlah biaya transaksi dari penjual yang sukses menjual dagangannya. Contoh lainnya adalah PayPal yang membebankan biaya transaksi kepada penjual produk usai pembeli menyelesaikan transaksi.

  • Affiliate Revenue Model (Model Pendapatan Affiliate)

Dalam model ini bisnis memperoleh pendapatan dengan cara mempromosikan dan menjual produk orang lain. Penjual dan situs e-commerce berkolaborasi untuk mengiklankan dan menjual produk dengan harga rujukan atau persentase pendapatan. Setelah itu, situs web afiliasi akan mengarahkan pengguna ke situs web lainnya sebagai imbalan untuk persentase pendapatan dari hasil penjualan. Jadi, konsepnya adalah pembagian pendapatan dan saling memberikan keuntungan. 

  • Model produksi

Dalam model produksi, bisnis yang menciptakan produk atau layanan menjualnya kepada pelanggan yang menghargai dan dengan demikian membayarnya. Contohnya adalah perusahaan yang memproduksi kertas, yang kemudian menjualnya ke publik langsung atau ke bisnis lain yang membayar kertas tersebut, sehingga menghasilkan pendapatan bagi perusahaan kertas.



Demikian informasi yang dapat saya sampaikan melalui blog ini, apabila ada salah kata pada penulis harap maklum karena ini blog pertama saya hehe , dan teman-teman semua bisa menambahkan saran dan pendapat di kolom komentar dibawah ini terima kasih. 


Wassalamualikum Wr. Wb 



Alasan pelaku bisnis harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dalam mengelola bisnis

Assalamu’alaikum teman-teman. Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Semoga selalu mendapatkan kebaikan dan selalu dalam lindungan Allah SWT....